Perkenalan saya pada musik grunge di tahun 1991 saat masih SMU karena denger di radio dan nonton di televisi video klip Smell Like Teen Spirit dari Nirvana yang membuat saya pada saat itu harus nabung uang jajan dulu buat beli kaset, tidak lama setelah itu memaksakan diri ke sebuah toko kaset di Aldiron (sekarang jadi Blok M Quare) kawasan Blok M untuk membeli kaset album Nevermind dari Nirvana, saat itu CD masih belum banyak dan hanya mampu beli kaset, ternyata daya upaya untuk beli kaset tersebut tidak sia-sia karena hampir semua track list lagu pada album tersebut enak.
Dikarenakan saat itu belum muncul teknologi internet, maka informasi tentang Nirvana dan grunge hanya bisa saya dapatkan melalui membeli majalah remaja lokal (Hai) terkenal saat itu yang pasti harganya jauh lebih murah daripada harga majalah musik import yang hanya bisa saya dapatkan di toko buku Rubino di Melawai Plaza - Blok M.
Saya saat itu masih menyenangi musik hard rock dan metal sejak SMP yang saya nilai keras dan gagah, sempet heran juga dengan musik grunge yang dimainkan Nirvana secara sederhana, hanya mengandalkan chord gitar 3 jurus dengan sound yang ala kadarnya mengingatkan saya pada musik Garage Rock yang sempat terkenal di tahun 60-an dan musik Punk di akhir tahun 70-an dan awal 80-an. Sirkulasi perputaran jenis musik selama per-dekade ternyata terulang kembali di tahun 90-an yang membuat saya merasa beruntung mengalami secara langsung fenomena tersebut. Walaupun dengan adanya gelombang Grunge dan Alternative yang dimanjakan MTV dengan program Alternative Nation sempat mengubur musik Glam rock, Hard Rock, Heavy Metal, Thrash Metal yang saat itu tengah menjadi raja di program Headbanger Ball.
Ditambah lagi dengan setelah sewa laser disc film Singles yang seting lokasinya di kota Seattle dengan latar belakang aktor Matt Dillon di film tersebut sebagai vokalis band fiksi Citizen Dick dengan personil para personil Pearl Jam sebagai kameo yaitu gitaris Stone Gossard, bassis Jeff Ament, dan vokalis Eddie Vedder yang berperan sebagai drummer. Selain itu film tersebut turut didukung pula oleh Chris Cornell vokalis dari Soundgarden, Tad Dolye vokalis dari Tad dan Hog Molly, serta penampilan live konser Alice In Chains dengan hit single Would. Tentu tidaklah lengkap kalau saya juga tidak membeli kaset soundtrack film The Singles dengan sangat menyukai lagu Nearly Lost You dari Screaming Trees selain lagu-lagu dari Mother Love Bone, Mudhoney, Soundgarden, Alice In Chains, Pearl Jam, dll
Terus terang saya mengikuti Pearl Jam hanya dengan menyenangi album Ten tahun 91 dan Vs tahun 93 karena menurut saya album tersebut masih penuh dengan energi musik grunge yang kental dibandingkan dengan album Vitalogy tahun 94 yang menurut saya sudah mulai bereksperimen yang membuat Pearl Jam mulai bingung mau membawa musikalitas mereka kemana dan membuat lagu-lagunya mulai tidak enak menurut saya. Apalagi di album-album berikutnya yang mulai banyak diwarnai musik folk ballad. Maaf dengan keterus terangan saya masalah selera musik yang tidak bisa dipaksakan, karena saya sudah terbiasa dengan kondisi bukan sebagai seorang poser.Pertemuan saya dengan rekan-rekan member PJID dan EO Rokcapalooza disaat mulai bekerja di sebagai Music Director di radio SK serta penyiar tamu di program musik rock Rockaholic di radio Ramaco dan Rock Weekend Kis FM Jakarta, selanjutnya dengan menghadiri sejumlah event, pameran, gathering, nonton bareng, buka puasa bersama dll yang diselenggarakan dan sempat bekerjasama membuat event komunitas grunge pada saat saya sempat ikut membangun kembali komunitas The Black Hole ketika saya berkerja di Prost Beer House Kemang, dan juga mengikuti perkembangan rekan-rekan musisi lokal seperti Toilet Sound, Plastik, Cupumanik, Alien Sick, Navicula, Respito, Besok Bubar, Konspirasi, Stigmata, Perfect Ten, The Northside, Revenge The Painfull, Sonic Death, The Bolong, dll
![]() |
| Add caption |




